Rabu, 28 Juli 2010

TIPS AMAN BERWISATA UNTUK WANITA SINGLE

Anda perempuan dan iri pada wisatawan perempuan dari mancanegara yang sering kita jumpai berwisata seorang diri di Bali, Lombok, Jogja dan tempat-tempat tujuan wisata lain di Indonesia? Berwisata seorang diri tidak kalah asyiknya dengan berwisata bersama keluarga atau sahabat. Berikut ini beberapa tips yang mungkin berguna bagi para perempuan yang ingin mencoba berwisata sendiri.

RISET INTERNET
Setelah menetapkan tujuan wisata, segera jelajahi tempat itu melalui internet. Kini hampir semua tujuan wisata bisa dikunjungi secara virtual. Carilah informasi sebanyak mungkin khususnya yang berkaitan dengan akomodasi, tempat makan, transportasi, cuaca dan tarif-tarif atau harga barang. Biasanya setiap tulisan atau informasi yang terpampang di suatu website dilengkapi dengan berbagai komentar dari orang-orang yang pernah berkunjung ke lokasi tersebut. Jangan lupa untuk membaca komentar-komentar yang ada karena biasanya isinya cukup bermanfaat dan up-to-date.

TIKET PERJALANAN ROUNDTRIP
Tidak hanya untuk tiket pesawat, roundtrip tickets untuk kereta api dan bis kini juga bisa dibeli. Dengan mengantongi roundtrip tickets sebelum berangkat, kita akan merasa lebih tenang dan aman.

APA YANG SEBAIKNYA DIBAWA?
Sangat tergantung pada tujuan Anda. Berikut ini hal-hal yang harus diingat sebelum mengepak barang bawaan.
Dua tas saja cukup
Bawalah hanya dua unit tas. Satu tas besar atau koper yang masuk ke bagasi (bila naik pesawat atau bis) dan satu tas sedang yang bisa dicangklong atau ransel. Kalau ingin membawa satu lagi tas yang lebih kecil untuk menyimpan dokumen (paspor, tiket, dompet dan voucher hotel atau bukti reservasi penginapan), pilihlah tas yang bisa disilang di pundak atau dililit di pinggang.
Yang serba praktis
Lupakan baju baru, perhiasan blink-blink dan high heels. Bawalah pakaian yang nyaman dan praktis dan tidak butuh diseterika sehabis dicuci. Bila berkunjung ke tempat yang cuacanya dingin jangan lupa membawa jaket, sweater dan scarf. Perbanyak t-shirt yang ringan yang bisa digulung dan diselipkan dimana saja Anda suka. Yang pasti, usahakan agar Anda tidak menarik perhatian karena penampilan Anda.
Saat ini banyak dijual celana cargo yang gaya untuk dipadankan dengan sneakers dan t-shirt favorit. Celana semacam itu sangat berguna karena punya banyak saku yang bisa untuk menyimpan paspor, uang dan kartu ATM secara terpisah.
Kosmetik dan obat-obatan secukupnya
Untuk sejenak tinggalkan alas bedak, mascara dan lipstik. Cukup oleskan pelembab wajah/kulit, tabir surya, sedikit bedak tabur dan pelembab bibir. Sungguh, memakai kosmetik akan mengurangi kenyamanan karena secara tidak sadar kita akan kuatir kalau-kalau alas bedak luntur atau lipstik perlu dipoles ulang.
Namun jangan lupa untuk membawa obat-obatan ‘dasar’ seperti obat sakit kepala, anti diare dan penurun panas. Bila Anda punya masalah kesehatan seperti asma atau maag, jangan segan-segan membawa semua obat yang direkomendasi oleh dokter Anda. Hanya untuk berjaga-jaga saja. Obat-obat ini kita simpan dalam kantung khusus sehingga tidak berceceran dan mudah ditemukan bila diperlukan.
Buku, gadget favorit, buku catatan, peta dan kamus
Barang-barang ini wajib dibawa dan harus senantiasa tersimpan dalam tas cangklong atau ransel. Jangan menyimpannya di dalam koper atau tas yang masuk ke bagasi. Buku catatan diperlukan untuk mencatat hal-hal penting seperti nama dan alamat hotel, nomer telpon hotel, taksi dan HP teman atau kenalan. Jangan hanya mengandalkan address book di dalam gadgets.

PISAHKAN KARTU KREDIT, ATM DAN UANG
Simpanlah kartu kredit, ATM dan uang di tempat yang berbeda. Sekarang dimana-mana mudah dijumpai ATM, jadi jangan membawa uang tunai terlalu banyak. Cukup untuk biaya taksi sampai ke hotel dan kira-kira biaya hidup selama dua hari (termasuk hotel). Bila harus membawa mata uang asing, dolar Amerika adalah yang paling praktis. Bawalah dalam tiga pecahan (5, 20 dan 100 dolar). Saat ini hampir semua toko-toko besar di seluruh dunia menerima ATM dari bank-bank utama di Indonesia. Membayar dengan ATM ternyata lebih murah daripada membayar tunai karena umumnya money changers mengambil keuntungan lebih banyak daripada transaksi langsung lewat ATM.

KUASAI MEDAN DAN JANGAN BENGONG
Ketika di bandara atau stasiun atau tempat umum lainnya, fokuslah pada diri kita. Edarkan pandang dengan penuh percaya diri untuk mengenali lokasi. Jangan tolah-toleh. Awasi semua tanda-tanda yang ada dengan seksama. Bila harus bertanya, carilah konter informasi atau security.
Hindari bertemu pandang dengan orang, termasuk sesama perempuan. Paksa diri untuk membaca bila menunggu pesawat atau kereta api atau bis. Itulah gunanya membawa buku bacaan, majalah dan gadget favorit. Melamun atau bengong di tempat umum adalah pantangan bagi perempuan yang bepergian sendirian.

CATAT SEMUA INFORMASI DALAM BAHASA SETEMPAT
Khususnya bila berwisata ke Thailand dan China, penting sekali untuk mencatat nama dan alamat tujuan dalam bahasa dan aksara setempat. Mengapa? Seperti bahasa Arab, sedikit kesalahan pengucapan dalam bahasa Thai dan China bisa mengubah arti. Minta staf hotel, biasanya concierge atau receptionist, menuliskannya untuk Anda guna ditunjukkan pada supir taksi.

PERCAYA PADA INSTING
Bisa saja dalam keseharian Anda adalah perempuan pemberani yang tidak takut pada apapun dan mampu menguasai belasan bawahan. Namun di luar sana, di tempat yang sama sekali asing, tetaplah waspada. Percaya pada insting Anda. Bila bertemu dengan seseorang atau diajak bicara di tempat umum dan insting Anda mengatakan untuk menghindar, jangan berpikir soal tatakrama, segeralah menjauh.

CARI TEMAN BARU TAPI GUNAKAN AKAL SEHAT
Tidak jarang kita berkenalan dengan sesama wisatawan dan berteman dengan mereka. Sungguh suatu pengalaman yang mengasyikan. Apalagi bila punya minat sama dan obrolan nyambung. Kadang muncul pula aroma romansa yang menggoda. Bila pertemanan yang baru berjalan beberapa hari mulai mengarah jadi cinta lokasi, gunakan akal sehat dan jangan terbawa emosi. ***
TIPS WISATA KULINER YANG SEHAT WALAFIAT
Siapa bilang tak boleh menyantap ini-itu saat berwisata kuliner? Semua boleh disantap, kok, asal tahu triknya.

Banyaknya tempat makan enak di berbagai tempat yang dibahas media massa, membuat kita "gatal" ingin berwisata kuliner ke sana. Kue, masakan, dan aneka minuman, rasanya sayang jika tak sempat mampir di lidah. Tak sedikit orang yang sengaja meluangkan waktu libur, hanya untuk berburu tempat makan baru. Pameran kuliner pun tak pernah sepi dari penggemar makanan.

Berwisata kuliner tentu sah-sah saja. Namun, sadarkah Anda, makanan yang diburu bukan tak mungkin justru bisa membuat Anda diburu kolesterol tinggi? Kolesterol berlebihan, terutama yang jahat, akan mengendap dalam pembuluh darah. Endapan ini dapat menyebabkan sumbatan, sehingga membuat pembuluh darah melebar dan pecah.
Jika yang tersumbat pembuluh darah yang mengarah ke jantung, apalagi bila sumbatannya total, akibatnya bisa fatal, yaitu jantung tak mendapat pendarahan yang benar. Inilah penyebab timbulnya serangan jantung. Sebab, daerah yang tak mendapatkan pendarahan yang benar, akan menjadi mati. Padahal, ada pusat yang harus selalu berdenyut.

"Bila daerah itu mati, denyutan jantung akan berhenti," ujar dr. Fiastuti Witjaksono, M.S, spesialis nutrisi klinis dan konsultan kesehatan Semanggi Specialist Clinic Jakarta. Namun, jangan dulu panik membayangkan kolesterol berlomba-lomba menumpuk di dalam tubuh. Ternyata, kolesterol tak selalu jahat, kok. Menurut Fiastuti, kolesterol dan lemak justru dibutuhkan tubuh untuk membangun dinding sel.
Asal tahu saja, hormon-hormon tertentu, antara lain hormon reproduksi, membutuhkan kolesterol. Namun, tentu tak oleh berlebihan. Kolesterol sendiri dibagi menjadi tiga macam, yaitu kolesterol total, jahat, dan baik. Total kolesterol adalah kolesterol jahat ditambah kolesterol baik. Namun, menurut Fiastuti, ini bukan penjumlahan matematis.

BISA DIKENDALIKAN

Kolesterol jahat diendapkan di dalam pembuluh darah, sehingga bila berlebihan bisa menyumbat dan menyebabkan kematian. Kolesterol baik justru berfungsi untuk menarik dan mengambil endapan lemak yang ada di dalam pembuluh darah. Dari mana kolesterol berasal? Menurut Fiastuti, kolesterol berasal dari makanan, antara lain jeroan, daging, dan gajih.

Perlu diingat, makanan hanya menyumbang 30 persen jumlah kolesterol yang masuk ke dalam tubuh. Itu pun, hanya dari bahan makanan hewani. Sisanya? "Dari metabolisme tubuh kita sendiri. Itu sebabnya, ada orang yang diet mati-matian atau tidak makan sama sekali, tapi tetap saja kolesterolnya tinggi. Orang seperti ini butuh obat," papar Fiastuti.

Untungnya, selain sumbangsihnya tidak besar, kolesterol dari bahan makanan bisa dikendalikan. Agar kolesterol dalam tubuh tetap terjaga, Fiastuti menganjurkan untuk makan dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik. Dari mana kita tahu porsi makan yang disantap tergolong cukup atau sudah berlebih? Secara kuantitas, orang yang punya berat badan normal dan tetap stabil, artinya jumlah yang dia konsumsi cukup.

SERBA DIGORENG

Ironisnya, menurut Fiastuti, kebanyakan orang Indonesia mendapatkan lemak dari makanan yang digoreng. "Semua serba digoreng, bahkan termasuk nangka. Jika semua makanan digoreng, tentu minyak dua sendok tak cukup. Artinya lemak yang masuk ke tubuh lebih dari 30 persen, padahal hanya segitu kebutuhan kita. Ini harus dihindari," tutur Fiastuti.

Minyak goreng, lanjutnya, memang tak mengandung kolesterol. Namun, bila dipanaskan dengan suhu tinggi (untuk menggoreng, terutama dengan cara deep fry), minyak yang bagus sekalipun, akhirnya berubah menjadi minyak berlemak jenuh. Apalagi, bila digunakan berkali-kali. Selain itu, minyak ini juga bisa merusak kadar kolesterol di dalam darah yang akhirnya menyebabkan penyumbatan.

Setelah diolah di dalam tubuh, gorengan bisa menjadi kolesterol. Sebab, saat minyak yang masuk ke dalam tubuh sudah berlebih, sisanya bisa disimpan dalam bentuk kolesterol atau trigliserida. Minyak yang bagus, menurut Fiastuti, adalah minyak yang kandungan lemak tak jenuhnya lebih banyak daripada lemak jenuh. Misalnya, minyak bunga biji matahari, minyak jagung, dan minyak kedelai.

Tahu, tempe dan ikan memang sehat, tapi bila digoreng dengan cara deep fry, lemak jenuhnya jadi tinggi dan memicu peningkatan kolesterol. Dari pada digoreng, saran Fiastuti, lebih baik ikan diolah dengan cara di tim, rebus, dibuat sup, atau pepes. "Menghindari kolesterol bukan berarti tak bisa makan enak," papar Fiastuti.

Ia menambahkan, minyak kelapa mengandung lemak jenuh, sementara minyak zaitun, alpukat dan kacang-kacangan mengandung lemak tak jenuh tunggal. Sedangkan minyak ikan mengandung lemak tak jenuh ganda. Meski penjelasan di atas terkesan "seram", bukan berarti tak boleh makan ini-itu. Berwisata kuliner tetap boleh dilakukan, asal tetap memerhatikan jumlah dan komposisi makanan, kandungan nurtisi dan cara memasaknya.

CICIPI SEDIKIT

Sesekali makan melebihi porsi tak apa-apa, tapi tetap harus diimbangi dengan buah dan sayur, minimal lima porsi sehari. Seporsi buah bisa diartikan dengan apel satu butir atau pir sebutir, atau 10 buah berukuran kecil, misalnya kelengkeng. Bila yang disantap steik dan daging, tentu tak bisa setiap hari berwisata kuliner seperti ini.

Namun, akan lebih baik bila makanan sehat yang dipilih. Toh, tetap lezat dan pilihannya banyak, antara lain siomay, schotel tahu, tempe bacem atau tempe bakar, pepes tahu atau ikan, sup ikan, tim ikan, pecel, gado-gado, karedok, asinan dan lainnya. "Jangan makan demi gengsi, karena masih banyak orang yang makan sesuatu dengan alasan gengsi," tuturnya.

Misalnya, makanan cepat saji dan salad. Padahal, salad dressing-nya saja banyak yang tinggi kolesterol dan lemak. Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan saat berwisata kuliner. Antara lain, bila yang ingin disantap cukup banyak, misalnya saat datang ke festival kuliner, cicipi satu jenis makanan dalam porsi kecil. Ajak orang lain untuk berbagi makanan yang ingin dicoba.

Selain tak cepat kenyang, cara ini bisa membuat kolesterol yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit dibanding bila kita menyantapnya dalam jumlah satu porsi penuh. "Atau, santap sayur dalam jumlah agak banyak di pagi hari sebelum ke tempat wisata kuliner. Sampai di sana, baru mencoba beberapa makanan yang diinginkan dalam porsi secukupnya."

Pada saat datang ke pesta, lanjut Fiastuti, boleh menyantap menu melebihi porsi sehat, asal tidak sering. "Sebulan sekali bolehlah. Selebihnya, pilih menu sehatnya," saran Fiastuti sambil mengingatkan, makanan "modern" seperti junk food dan makanan cepat saji pun mengandung lemak lebih banyak dari yang dibutuhkan, bahkan berkali-kali lipat.

BERISIKOKAH ANDA?

Bila berat badan terus naik hingga melebihi batas normalnya, artinya jumlah yang disantap sudah berlebih. Secara kualitas, porsi makan yang baik haruslah mengandung 60-65 persen karbohidrat, 25-30 persen lemak, dan 15-20 persen protein. Lemak yang dibutuhkan itu, harus terkandung lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal maupun ganda, masing-masing tak boleh lebih dari 10 persen, ditambah kolesterol yang tak boleh lebih dari 300 mg per hari.

Rumit? Tidak juga. Menurut Fiastuti, wanita yang tak berdiet membutuhkan 1500-1800 kalori per hari. Bila dijabarkan dalam menu, sarapan terdiri dari nasi tiga perempat gelas, satu lauk hewani (misalnya, sepotong ayam) atau satu lauk nabati (sepotong tahu atau tempe), semangkuk sayur, buah, dan satu sendok sayur. Menu makan siang dan malam, segelas nasi, satu lauk hewani, satu lauk nabati, semangkuk sayur, seporsi buah dan dua sendok sayur.

Risiko seseorang mendapatkan serangan jantung atau penyumbatan pembuluh darah bisa dilihat dari rasio antara kolesterol total dan kolesterol baik. Risiko yang dianjurkan, hasil rasio yang kurang dari 4,5. Batas kolesterol total 200 mg/ dl, kolesterol jahat 150, dan kolesterol baik sebaiknya lebih dari 45.

Fiastuti mencontohkan, misalnya kolesterol total seseorang 250 mg/ dl, sedangkan kolesterol baiknya 80 mg/ dl. "Bagi saja 250 mg/ dl dengan 80 mg/ dl, hasilnya tak lebih dari 4. Rasio itu masih bagus. Tapi jika kolesterol totalnya 160 mg/ dl, dan kolesterol baiknya 35 mg/ dl, hasilnya lebih dari 5. Jika seperti ini, berisiko menimbulkan penyumbatan pembuluh darah," jelas Fiastuti.

TIPS MENJAGA KOLESTEROL
1. Stop makan berlebihan. Makanan berlebih akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh. Meski belum tentu menjadi kolesterol, tapi ada metabolisme tertentu yang bisa mengubahnya menjadi kolesterol.
2. Hindari lemak hewani. Misalnya, lemak daging sapi. Ingat, steik sirloin mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi! Pilih saja daging has dan konsumsi daging cukup dua kali per minggu.
3. Batasi kuning telur. Si kecil kuning ini juga berkolesterol tinggi, lho!
4. Batasi menyantap seafood. Kecuali ikan, karena seafood (udang, kepiting, kerang, dan lobster) juga berkolesterol tinggi.
5. Perbanyak makan ikan. Terutama ikan dari laut dalam, misalnya tuna, salmon dan kakap.
6. Hindari gorengan. Batasi menyantap makanan yang digoreng.

Senin, 26 Juli 2010


My Homeland



Pesona Plus dari Lembah Anai :
1. Berada pada Daerah Cagar Alam terletak di Pinggir Lalu Lintas Jalan Raya Padang - Bukittingi dan sekitar 35 Km dari Batusangkar.
2. Dapat menyaksikan Air Mancur.
3. Dapat melihat keceriaan kera / monyet yang jinakdi sepanjang Lembah Anai.
4. Dapat berenang pada kolam Air Mancur
5. Udara di sekitar yang dingin dan sejuk.

not touch yet